bangwinpr.com

Trilogi Karakter-Brand-Reputasi

IMG_20180307_124931What is character? What is brand? What is reputation?
Ketiga istilah itu memang bukan sinonim. But the three terms are thightly linked.
Lima tahun silam pandangan tajam perbedaan antara reputasi dan karakter pernah disebut oleh Anis Baswedan dalam Today Dialog Metro TV bertajuk reputasi seorang pemimpin. Menurut Anis, seorang pemimpin harus memiliki karakter, bukan cuma reputasi. Reputasi merupakan pandangan orang lain terhadap diri kita, apakah kita cukup baik atau buruk di mata orang lain. Sedangkan karakter merupakan perwujudan dari diri secara otentik, apa adanya.

Dalam tataran public relations, keduanya justru merupakan dua terminologi yang saling melekat erat. Tidak terpisahkan. Sebab karakterlah yang membentuk reputasi. Teman-teman praktisi PR menyebutnya sebagai reputasi yang berkarakter. Reputasi tanpa karakter adalah pencitraan kosong dan itu adalah kebohongan.

Karakter melekat dalam brand value. That’s a promise. Manakala janji yang diberikan itu tidak didapatkan oleh konsumen atau konstituen (dalam ranah politik), mereka merasa dikhianati. Merasa tertipu. Brand akan runtuh dan reputasi seperti dihantam tsunami. Tak hanya reputasi brand, tapi juga reputasi lainnya bisa ikut luluh lantak dihantam krisis kepercayaan. Why? Because reputation is a collection of puzzles from brand building.

Mark Disomma dalam “The Branding Strategy Insider” menegaskan, brand is proactive. Reputation is defensive. Both are important. Each can be damaged – and the fallout will affect both.

Untuk pemahan sederhananya, saya menganalogikan karakter adalah material bangunan, brand sebagai pilar-pilar fondasi, dan reputasi sebagai keseluruhan puzzle yang membentuk bangunan utuh. Ketika material tidak sesuai spek, fondasi rawan runtuh dan ketika fondasi runtuh bisa ditebak apa yang terjadi pada seluruh bangunan. Tatanan puzzle akan ambruk berkeping-keping.

Ada pendapat lain?

Bankir Juga PR

Workshop Digital PR

Kegiatan workshop digital PR Bank Sumut dengan mentor Imogen PR

Jumat pagi, 2 Februari 2018. Puluhan anak-anak muda generasi milineal usia kisaran 25-35 tahun berkumpul dalam satu kelas untuk mengikuti in house training. Mereka berasal dari perusahaan yang sama, namun perwakilan dari beragam unit yang berbeda. Sebagian berasal dari unit yang mengurusi produk dana, sebagian lainnya dari unit yang mengurusi kredit, ada juga unit usaha syariah, dari perwakilan kantor cabang hingga unit yang mengurusi CSR.

Read More

Reputasi Perusahaaan Lemah? Inilah 5 Kesalahan Dasar

SDM PR

Reputasi itu seperti ratu kecantikan yang genuine, dengan orisinal 3 B (beauty, brain, behavior).  Bukan make over, dan tidak disiapkan secara instan seperti makanan  cepat saji.  Ia lahir dari sebuah proses perjalanan panjang seperti kehadiran manusia yang dimulai dari proses kelahiran, tumbuh dan kemudian matang dalam kedewasaan karakter.  Pada akhirnya reputasi yang berkarakterlah yang membentuk kekuatan brand.

Read More

PR Zaman Now

sosok om jinIngat sosok Om Jin yang selalu tampil lucu dan menggemaskan dalam video iklan rokok Djarum 76? Seandainya Om Jin yang mengenakan blangkon dengan busana khas Jawa itu tiba-tiba muncul di hadapan anda seraya berkata, “Kuberi engkau satu permintaan, monggo”, nah anda mau minta apa? So pasti sesuatu yang istimewa, kan? Kalau saya yang diminta Om Jin saat ini, permintaan saya adalah bisa 30 tahun lebih muda dari usia sekarang.

Read More

Krisis ”Ember Bocor”

ember-bocorTidak ada senyum sumringah di bibirnya ketika memasuki ruang rapat sebagaimana kebiasannya setiap kali memasuki ruangan dengan sapaannya yang khas: ramah dan ceria. Wanita karir yang kecantikanya masih belum pudar di usia kepala empat itu duduk di kursi depan, berhadapan dengan seluruh peserta rapat dan menyapa mereka dengan suara berat dan datar.

Read More

“Piring Kotor” Reputasi

PIRING KOTORIni bukan tentang iklan sabun cuci. Tapi ceritanya bisa sama. Dalam sebuah keluarga, ada pembagian tugas siapa yang memasak, yang menghidangkan makanan, mencuci piring kotor, dan setelah kinclong memajangnya kembali ke rak piring. Ini tentang kerjasama dan kebersamaan.

Read More

Personal Branding Smart Jokowi

JOKOWIIni cuma pandangan pribadi. Jujur, persepsi saya tentang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat ini berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan lantaran Kahiyang Ayu diberi marga Siregar. Tidak. Kerena saya tidak bermarga. Atau karena saya diundang di resepsi ngunduh mantu? Juga tidak.

Read More

%d bloggers like this: