Competency

Saya adalah seorang praktisi public relations (PR/humas), yang pada awalnya berprofesi sebagai jurnalis media cetak dan media elektronik selama lebih kurang 16 tahun. Sebagai PR practitioner, saya memiliki kompetensi dan pengalaman dalam aspek communication skills;  kebijakan strategis public relations; manajemen public relations; PR event; media monitoring dan analisis pemberitaan; manajemen krisis komunikasi; media handling;  dan strategi digital PR.

IMG_1522.JPGDalam aspek communication skills, saya memiliki keahlian PR writing dan public speaking. Beberapa produk PR writing dan publishing yang pernah dan sering saya kerjakan antara lain: drafting content press release; in-depth reporting; standby statement; fact sheet (backgrounders, newsletter, company profile, infografis dan booklet); in-house magazinecorporate advertorial; penulisan buku, penyusunan annual report; blog articlesocial media storytelling; video script, dan lain-lain. Sedangkan pengalaman public speaking antara lain sebagai trainer; lecturer; mentor; moderator; dan fasilitator dalam forum-forum publik dan workshop PR.

Dalam aspek kebijakan strategis PR, saya berpengalaman dalam merancang pembentukan departemen Corporate PR; menyusun strategi komunikasi perusahaan, planning dan programming PR; merancang pedoman dan mekanisme penyaluran CSR; menyusun pedoman tata kelola corporate websitedan corporate social mediadrafting dokumen pedoman tata kelola informasi publik; konsep media monitoring, dan penyiapan mekanisme manajemen krisis komunikasi perusahaan.

Dalam aspek manajemen PR, saya pernah menjalankan fungsi PR leadership mulai dari tahap pengidentifikasian isu ; penetapan inisiatif strategis melalui analisa SWOT; action plan; pengorganisasian;  supervisi; monitoring; controlling; dan evaluasi program PR.

Pengalaman saya dalam PR event antara lain: menyelenggarakan press conference; media visit; press study tour; press field trip; press workshop; media gathering; blogger forum ; corporate expo; fellowship program; journalist competition, blogger storytelling competition, dan lain-lain.

Di sisi lain, saya pernah mengerjakan kegiatan media monitoring terhadap sejumlah media massa dan merekap tone pemberitaan korporat untuk dianalisa dan dilaporkan kepada manajemen, yang berguna dalam pengambilan keputusan terhadap isu yang berkembang sekaligus sebagai bagian dari tools untuk mengelola isu dan memitigasi risiko reputasi.

Terhadap kejadian krisis dan pemberitaan yang merugikan perusahaan, saya tidak sekadar berupaya bagaimana mempersiapkan standby statement, press release ataupun menggunakan hak jawab, melainkan juga mempersiapkan pedoman manajemen krisis komunikasi perusahaan yang bersifat lintas divisi dan terintegrasi hingga pengaturan pedoman spokes person (jurubicara).

Untuk meminimalisir risiko reputasi, media handling menjadi pekerjaan terpenting yang pernah saya lakukan. Pengalaman sebagai jurnalis merupakan jalan yang memudahkan saya untuk membina hubungan baik dengan rekan-rekan wartawan dan top management redaksi media massa serta berbagai effort untuk melayani informasi dan memberikan klarifikasi kepada wartawan.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat dan disrupsi digital yang tak terbendung, saya terus berupaya mengasah skill digital PR, bahkan berkembang ke digital marketing public relations. Prinsip saya, faktor usia bukan alasan bagi seorang PR sejati untuk berhenti mengaktualisasi diri. Persoalannya bukan pada perubahan era generasi digital, melainkan pada kemauan untuk beradaptasi terhadap perubahan. Atas prinsip itu pula, saya tak berhenti belajar dan mencoba meningkatkan pemahaman dan kompetensi communicaton skills berbasis digital dengan keragaman platform medianya. Tidak ada istilah terlambat, karena persoalannya bukan pada kapan anda baru memulai, melainkan pada semangat anda untuk bertransformasi. Begitulah value brand personal saya. Kehadiran blog personal ini merupakan salah satu effort saya untuk tetap eksis, selain melalui platform media sosial lainnya.

%d bloggers like this: